Jfpattinasarany’s Blog
Just another WordPress.com weblog

Asking For Help

jakarta_slum2Bila kita mengamati acara dan program – program di televisi, ada banyak acara dan program yang bermunculan. Apalagi bila kita adalah salah satu pelanggan indovision maka kita akan dimanjakan dengan berbagai macam sajian tontonan yang menarik dan menghibur di televisi dan memunkginkan kita untuk tidak jenuh, tidak mau keluar rumah, bahkan mungkin bagi kalangan ibu-ibu membuat lupa waktu untuk memaksa atau pun mencuci pakaian dan mengurus anak. Untuk anak-anak ataupun bapak-bapak mungkin acara televisi dengan layanan indovision dapat membuat mereka lupa waktu untuk mengerjakan tugasnya ataupun tidak dapat mengatur waktu untuk beristirahat sehingga bangun kesiangan di esok harinya dan membuat terlambat datang ke kantor atau ke sekolah.

Namun, dari banyaknya acara dan program televisi yang dihadirkan oleh berbagai station TV, ada banyak juga program dan acara hiburan yang menarik dan baik untuk dilihat mengandung nilai nilai kehidupan yang patut ditelaah dan diwujud nyatakan dalam kehidupan sehari-hari sebagai pelajaran.

pemulung2Sore ini sebagai suatu contoh, ada sebuah acara reality show yang sangat bagus ditanyangkan oleh salah satu televisi swasta. Menurut saya acara reality show ini bagus sekali dan layak untuk di lihat oleh semua orang. ” Semakin hari dunia dan kehidupan ini semakin bertambah jahat dan kasih seseorang terhadap seorang yang lain mulai dingin “. Maksudnya, karena kerasnya tekanan keadaan kehidupan ini membuat seseorang tidak lagi memiliki kasih atau rasa simpati, empati ataupun sebuah kepedulian lagi terhadap sesamanya. Dalam acara reality show ini ditunjukan bagaimana seorang yang bernama Nenek Patonah bersama suami bekerja dan mencari nafkah sebagai seorang pemulung. Tinggal disebuah gubuk yang sewaktu-waktu bisa terkena program pengusuran oleh pemerintah. Siang malam Nenek Patonah ini bersama suaminya mencari botol-botol bekas, kardus bekas, dll. Bahkan bila Nenek Patonah menemukan sayur sisa yang dibuang ditempat sampah, tanpa segan diambilnya dan dihangatkan kembali untuk dijadikan lauk bersama nasi sisa sisa yang didapat ditempat sampah. Sungguh miris dan mengharukan kehidupan nenek Patonah bersama suaminya, belum lagi bila anaknya datang dan selalu membebani nya dengan meminta uang – bila nenek Patonah ataupun suaminya tidak dapat memberikan uang mereka dimarah dan dimaki oleh anak-anaknya. Dapat dibayangkan bagaimanakah begitu beratnya perjuangan hidup Nenek Patonah dan suaminya.

Di tengah terik matahari yang begitu menyengat tubuhnya, ada seorang ibu yang datang untuk meminta sebuah kardus dari nenek Patonah. Seorang ibu ini adalah seorang yang telah dimintai bantuannya oleh tim relaity show ini untuk meminta sebuah kardus dari orang-orang yang ditemuinya termasuk nenek Patonah. Dari semua orang yang ditemui oleh ibu ini tidak ada satupun yang mau menolong dan memberikan sebuah kardus kepada ibu ini. Ini adalah sebuah bukti nyata yang terjadi dalam kehidupan manusia saat ini, kasih manusia sudah mulai dingin. Mereka tidak lagi memperdulikan sesamanya dan tidak dapat turut merasakan penderitaan dan kesusahan orang lain. Padahal jika kita berpikir, apakah arti sebuah kardus buat kita ? apakah artinya bila kita kehilangan sebuah kardus ? dimanakah letak kepedulian, dimanakah letak simpati dan empati kita pada orang-orang yang membutuhkan ? Adakah keadaan telah membuat kita buta melihat sekeliling kita ? Adakah keadaan telah membuat hati kita menjadi keras seperti batu ?

Setelah sekian banyak orang yang dijumpai namun tidak ada satupun yang mau menolong dan membantu ibu ini untuk memberikanpemulung21 sebuah kardus guna menambal atap rumahnya yang mulai bocor. Ibu ini bertemu dengan nenek Patonah yang sedang berjuang mengatasi segala permasalahan yang menindih kehidupannya. Ketika ibu ini meminta sebuah kardus dari nenek Patonah dan ibu ini menerima pemberian sebuah kardus dari nenek Patonah. Ibu ini bertanya kenapa nenek Patonah mau memberikannya sebuah kardus padahal banyak orang telah tidak mau memberikan tapi kenapa nenek mau, tanya ibu ini ? Nenek Patonah hanya bisa menjawab dengan ketulusan dan kebaikan hatinya, saya memberikan kardus karena saya memang mau menolong.

Suatu pelajaran yang sangat berharga dari seorang nenek Patonah adalah, sekalipun ia memiliki pergumulan dan permasalah hidup yang begitu berat namun itu tidak mengurangi rasa simpati, rasa empati untuk menolong orang-orang disekitarnya walau bila dilihat dengan kasat mata nenek Patonah bersama suaminya juga sedang menjerit mengharapkan ada seseorang yang mau menlongnya. Nenek Patonah dan suami juga membutuhkan pertolongan, tapi itu tidak membuatnya untuk mengabaikan orang disekitarnya. Keadaan hidup ternyata tidak membuat rasa kemanusian nenek Patonah berubah.

Berapa banyak kah yang memiliki sikap hidup seperti Nenek Patonah saat ini ? masihkah sikap hidup yang seperti ini dapat kita jumpai ditengah tengah kerasnya takanan hidup ini. Nenek Patonah ini mungkin tidak mengenal sosok Mother Teresa namun apa yang dilakukan nya adalah hal yang luar biasa yang harus diteladani oleh siapapun. gregmortenson1Apa yang dilakukan oleh nenek Patonah mungkin dapat menjadi sebuah cambuk bagi sekelompok orang yang terbiasa dengan gaya hidup MEWAH !. Menjadi cambuk bagi sekelompok koruptor yang terbiasa memakan uang negara dan rakyat supaya mereka menjadi MALU !. Mungkin para koruptor tersebut juga melakukan hal perbuatan baik, berbagai kegiatan amal – namun satu pertanyaan adakah pemberian tersebut adalah bersih dari jerih payah dan ketulusan. Berbahagialah orang-orang yang memiliki sikap hidup seperti nenek Patonah di zaman seperti ini. Perbuatan dan teladan hidup kalian tidak akan pernah usang tapi terkenang sampai turun temurun.

3 Tanggapan ke “Asking For Help”

  1. Wah… bagus tulisannya pak… boleh saya copy yach…

  2. he he he he kalo duduk deket Laurent grogi gak pak ha ha ha


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.