Be Strong
There is no other ways in this world that we should do, Just Be Strong. And we always heard that words when we had alots of problem, somebody might be said this words “Be Strong”.
When You are weak – You have to be Strong. When You are failed at your work or at your school – You have to Strong. When you under presure – You have to be Strong. When somebody that you love is leaving you – You have to be Strong. When your parents die – You have to be Strong. When people walk away from you because of something that you never made it – You have to be Strong. In everything we have to be Strong. Let we know and learn something today – for everything that’s happened in our life it will make you stronger, stronger, and stronger than before. You are not the one who have a big problem, all people in this world – they have alots and facing alots of problem. So, put your heads up – say something for yourself – You have to be Strong.
Coba saja lihat apa yang terjadi dalam kehidupan manusia hari-hari ini. Banyak diantara mereka yang mengharapkan sesuatu terjadi dalam hidup mereka, tetapi justru yang tidak mereka harapkanlah yang terjadi dalam hidup mereka. Dan hal tersebut memberikan dampak yang bermacam-macam. Sebuah contoh apa yang terjadi beberapa waktu yang lalu setelah acara besar Indonesia setiap lima tahun. Termuat dalam beberapa suarat kabar, setidaknya ada lima orang CALEG yang terdaftar ataupun yang mendatangi Rumah Sakit Jiwa untuk dan itu belum termasuk data mereka yang telah dirawat. Hal tersebut dikarenakan mereka takut dan tidak siap bila mereka gagal karena tidak sedikit uang yang sudah mereka keluarkan untuk mencalonkan dirinya sebagai CALEG di daerahnya. Mereka tidak siap menerima kenyataan yang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Juga seorang anggota Panwaslu yang meninggal setelah penghitungan suara di TPS nya. Keluarganya pun tidak siap menerima keadaan dan kenyataan yang terjadi. 
Seorang ibu bernama Ibu Aswati, pasti memiliki suatu pengharapan dalam hidup keluarganya bersama suami dan anak-anaknya. pengharapan akan sebuah perbaikan ekonomi keluarga. Hal itu terlihat dari bagaimana begitu kerasnya suami ibu Aswati ini bekerja sebagai seorang mandor di sebuah pabrik. Ia berusaha menjadi seorang mandor yang baik, teladan, berkarakter baik, tampil beda tidak seperti mandor-mandor kebanyakan. Ada yang malas, mencuri, tidak disiplin dll. Lambat laun karena kredibilitas kerja suami nya yang begitu baik, perekonomian keluarga Ibu Aswati memulai membaik. Tidak salah bila Ibu Aswati terus menaruh pengharapan dan doa agar perekonomian keluarganya terus membaik. Namun suatu saat ketika suaminya bekerja di pabrik, beberapa orang mulai tidak senang terhadap suaminya. Hingga ketika malam tiba, Ibu Aswati dan suaminya makan malam bersama dengan anak-anaknya. Segerombolan orang-orang yang tidak senang kepada suami ibu Aswati ini, mendatangi rumahnya dan menghajar habis-habisan suami ibu Aswati hingga terluka parah sekali. Sempat dibawa kerumah sakit namun sudah tidak dapat tertolong lagi dian suam ibu Aswati ini meninggal. Dimana-mana selalu dan pasti ada hal seperti ini, saat kita berusaha bekerja sebaik mungkin pasti ada saja orang yang dengki, iri melihat keadaan kita.
Sakit yang paling amat dalam pastilah dirasakan oleh Ibu Aswati, karena dengan meniggalnya sang suami berarti hilang sudah harapan dan mimpinya untuk merasakan perbaikan ekonomi keluarga terlebih anak-anak yang masih kecil. Sebuah ketakutan menghadapi masa depan dan tantangan untuk membesarkan anak-anak menghinggapi hati Ibu Aswati. Sebagai seorang wanita Ibu Aswati hanya menangis, menangis , dan menangi. Takut , goya dll itu yang ada dalam pikiran dan benak Ibu Aswati. Namun, ternyata Ibu Aswati tidak mau larut di dalam penderitaannya walau ia sendiri mengerti dan sadar bahwa begitu beratnya perjuangan hidup yang harus dilaluinya. Bahkan mungkin sedikit diantara kita yang mampu bertahan dari masalah seperti yang dihadapi oleh Ibu Aswati. Ibu Aswati memuat sebuah keputusan untuk tidak larut dalam penderitaannya, ia memulai menata hidup keluarga dan memikirkan membesarkan anak-anaknya dan menyekolahkannya. Ibu Aswati dengan uang pesangon yang di dapat dari pabrik dimana suaminya bekerja, ia mulai membuat minuman es dibungkus disebuah plastik dan dijual keliling sambil bersepeda. Dan itu dilakukannya dengan gigih dan semangat yang luar biasa.
Hal yang luar biasa lagi dari Ibu Aswati dan patut dicontoh oleh siapa pun kita adalah bagaimana Ibu Aswati ini dengan rajin mengunjungi orang yang telah membunuh suaminya di penjara dan membawakannya makanan di sebuah rantang. Orang yang sudah membunuh suaminya yang pantas untuk kita benci, kita perlakukan setimpal, tapi Ibu Aswati
sungguh luar biasa……Ibu Aswati mengunjungi orang yang telah membunuh suaminya dan membuat hidup keluarganya hancur, juga Ibu Aswati membawakanny makanan dan itu dilakukannya dengan rutin tiap minggu. LUAAAAARRRR …………… BIAAAASSAAAA………….Ibu Aswati sungguh KUAT menghadapi pergumulan hidup ini. Dan sikapnya sungguh patut kita teladani – bahwa sesungguhnya dendam, benci, amarah, geram, tidaklah akan mengubah keadaan yang telah terjadi. Suami Ibu Aswati yang telah meninggal tidaklah dapat hidup kembali dengan sebuah dendam dan kebencian yang terpelihara. Yang perlu dilakukan adalah terima apa yang terjadi walau itu tidak kita harapkan terjadi….namun mungkin ada sebuah hikmah dan pelajaran yang baik bagi kita untuk dipelajari. Membuat orang yangtelah mencelakai kita bertobat itu adalah hal yang mulia dan luar biasa….. YOU ARE REALLY GREAT PEOPLE THEN…….and when u feel so weak, get down on your knees and lift your hands up then lets u pray…